9 Manfaat Daun Binahong & Cara Mengolahnya yang Jarang Diketahui

Kamis, 11 Desember 2025 oleh journal

Anredera cordifolia, atau lebih dikenal luas sebagai daun binahong, merupakan salah satu tanaman merambat yang telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional di berbagai belahan dunia, khususnya di Asia. Tanaman ini dikenal memiliki karakteristik daun berbentuk hati dengan tekstur tebal dan batang yang lunak. Binahong dapat tumbuh subur di iklim tropis, menjadikannya mudah ditemukan di pekarangan rumah atau kebun. Pemanfaatan binahong umumnya melibatkan bagian daunnya, meskipun beberapa budaya juga menggunakan umbinya untuk tujuan pengobatan.

manfaat daun binahong dan cara mengolahnya

  1. Penyembuhan Luka

    Daun binahong telah lama dikenal memiliki khasiat dalam mempercepat proses penyembuhan luka, baik luka luar seperti luka bakar ringan, sayatan, maupun luka pascaoperasi. Kandungan saponin, flavonoid, dan tanin dalam binahong berperan sebagai agen antiseptik dan anti-inflamasi, yang membantu membersihkan luka dari infeksi dan mengurangi peradangan. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Jurnal Farmasi Indonesia pada tahun 2017 oleh Santoso et al. menunjukkan bahwa ekstrak daun binahong secara signifikan mempercepat epitelisasi dan pembentukan kolagen pada tikus percobaan dengan luka sayatan.

    9 Manfaat Daun Binahong & Cara Mengolahnya yang Jarang Diketahui
  2. Anti-inflamasi

    Sifat anti-inflamasi yang kuat pada daun binahong menjadikannya potensial untuk meredakan berbagai kondisi peradangan dalam tubuh. Senyawa flavonoid dan terpenoid yang melimpah di dalamnya dapat menghambat jalur inflamasi, sehingga mengurangi rasa nyeri dan pembengkakan. Penelitian oleh Wulandari dan Puspitasari (2018) dalam Jurnal Ilmu Kesehatan menegaskan bahwa aplikasi topikal ekstrak binahong efektif dalam mengurangi edema pada model peradangan akut.

  3. Antioksidan

    Kandungan antioksidan yang tinggi, terutama polifenol dan flavonoid, menjadikan daun binahong sangat bermanfaat dalam menangkal radikal bebas. Radikal bebas adalah molekul tidak stabil yang dapat menyebabkan kerusakan sel dan berkontribusi pada penuaan dini serta berbagai penyakit degeneratif. Konsumsi binahong secara teratur dapat membantu melindungi sel-sel tubuh dari stres oksidatif. Studi in vitro oleh Kusuma dan Lestari (2019) di Jurnal Kimia Indonesia menunjukkan aktivitas penangkapan radikal bebas yang kuat oleh ekstrak binahong.

  4. Menurunkan Kadar Gula Darah

    Beberapa penelitian awal menunjukkan potensi daun binahong dalam membantu mengontrol kadar gula darah, menjadikannya menarik bagi penderita diabetes tipe 2. Mekanisme yang diduga melibatkan peningkatan sensitivitas insulin dan penghambatan penyerapan glukosa di usus. Meskipun demikian, penelitian lebih lanjut pada manusia masih diperlukan untuk mengonfirmasi efek ini secara definitif. Sebuah tinjauan oleh Putri dan Suryani (2020) dalam Jurnal Gizi Kesehatan merekapitulasi temuan-temuan awal mengenai efek hipoglikemik binahong.

  5. Menurunkan Kolesterol dan Tekanan Darah

    Daun binahong juga diyakini memiliki efek positif pada kesehatan kardiovaskular. Kandungan saponin dan flavonoidnya dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida, serta membantu mengatur tekanan darah. Efek ini berpotensi mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke. Meskipun demikian, penggunaan binahong untuk kondisi ini harus selalu di bawah pengawasan medis, seperti yang ditekankan oleh laporan dari Pusat Penelitian Tanaman Obat (2016).

  6. Antimikroba dan Antiviral

    Ekstrak daun binahong menunjukkan aktivitas antimikroba terhadap berbagai jenis bakteri dan jamur, serta potensi antiviral. Sifat ini menjadikannya relevan dalam memerangi infeksi dan mendukung sistem kekebalan tubuh. Senyawa aktif dalam binahong dapat mengganggu pertumbuhan mikroorganisme patogen. Penelitian oleh Lestari et al. (2017) dalam Jurnal Biologi Indonesia mengidentifikasi beberapa senyawa dengan aktivitas antibakteri spektrum luas dari daun binahong.

  7. Mengatasi Masalah Pencernaan

    Daun binahong secara tradisional digunakan untuk meredakan berbagai masalah pencernaan seperti sakit maag, diare, dan sembelit. Sifat anti-inflamasi dan antibakterinya dapat membantu menenangkan iritasi pada saluran pencernaan dan melawan patogen penyebab diare. Serat yang terkandung di dalamnya juga dapat membantu melancarkan buang air besar. Meskipun data ilmiah spesifik untuk kondisi ini masih terbatas, pengalaman empiris menunjukkan manfaatnya.

  8. Meningkatkan Stamina dan Vitalitas

    Beberapa pengguna melaporkan peningkatan stamina dan vitalitas setelah mengonsumsi binahong secara teratur. Hal ini mungkin terkait dengan efek antioksidan yang mengurangi kelelahan seluler dan peningkatan sirkulasi darah. Daun binahong juga dipercaya dapat membantu proses detoksifikasi tubuh, yang secara tidak langsung berkontribusi pada peningkatan energi. Efek adaptogenik potensial ini memerlukan studi lebih lanjut untuk validasi ilmiah.

  9. Mencegah Osteoporosis

    Penelitian awal pada hewan menunjukkan bahwa ekstrak daun binahong berpotensi dalam menjaga kepadatan tulang dan mencegah osteoporosis. Kandungan mineral tertentu dan senyawa aktif di dalamnya mungkin berperan dalam metabolisme tulang. Namun, temuan ini masih bersifat pendahuluan dan perlu dikonfirmasi melalui uji klinis pada manusia. Studi oleh Permata et al. (2021) di Jurnal Kedokteran Eksperimental membahas potensi ini.

Pemanfaatan daun binahong dalam praktik kesehatan tradisional telah berlangsung secara turun-temurun, terutama dalam penanganan luka. Sebagai contoh, di daerah pedesaan, daun binahong segar sering dihaluskan dan dioleskan langsung pada luka sayat atau lecet untuk menghentikan pendarahan dan mencegah infeksi. Kecepatan penyembuhan yang diamati pada kasus-kasus ini seringkali mengejutkan bagi mereka yang belum familiar dengan khasiat tanaman ini.

Kasus lain yang sering dilaporkan adalah penggunaan binahong oleh penderita diabetes untuk membantu mengelola kadar gula darah mereka. Seorang individu yang telah berjuang dengan fluktuasi gula darah tinggi mungkin mencoba rebusan daun binahong secara rutin. Setelah beberapa waktu, beberapa di antaranya melaporkan penurunan kadar gula darah yang lebih stabil, meskipun ini tidak menggantikan terapi medis konvensional. "Menurut Dr. Budi Santoso, seorang ahli fitofarmaka, binahong memang menunjukkan potensi hipoglikemik, namun harus digunakan sebagai terapi komplementer, bukan pengganti obat resep," ujarnya.

Dalam konteks peradangan, beberapa pasien dengan nyeri sendi kronis akibat osteoarthritis telah mencoba konsumsi daun binahong. Meskipun efeknya mungkin tidak secepat obat anti-inflamasi non-steroid (OAINS), penggunaan jangka panjang secara teratur dapat memberikan pengurangan nyeri yang signifikan. Hal ini menunjukkan potensi binahong sebagai agen anti-inflamasi alami dengan efek samping yang minim dibandingkan obat-obatan sintetik.

Manfaat binahong sebagai antioksidan juga menjadi topik diskusi. Individu yang peduli terhadap penuaan dini dan kesehatan kulit seringkali mencari solusi alami. Mereka mungkin mengintegrasikan jus daun binahong ke dalam diet harian mereka, berharap untuk menangkal radikal bebas dan menjaga elastisitas kulit. Observasi anekdotal seringkali melaporkan kulit yang tampak lebih sehat dan bercahaya setelah konsumsi rutin.

Terkait dengan kesehatan kardiovaskular, beberapa orang dengan riwayat kolesterol tinggi atau hipertensi ringan telah mencoba mengonsumsi rebusan daun binahong. Meskipun bukan pengganti obat penurun kolesterol atau tekanan darah, penggunaan ini dilaporkan membantu dalam menjaga parameter tersebut tetap stabil. "Penting untuk diingat bahwa efek binahong bersifat individual dan harus selalu didiskusikan dengan dokter, terutama jika pasien sedang mengonsumsi obat lain," kata Prof. Indah Sari, seorang peneliti herbal.

Aspek antimikroba binahong juga diaplikasikan dalam pengobatan tradisional untuk infeksi ringan. Misalnya, untuk mengobati sariawan atau infeksi gusi, daun binahong dapat dikunyah langsung atau air rebusannya digunakan sebagai obat kumur. Sifat antibakteri alaminya membantu mengurangi populasi bakteri patogen di rongga mulut, mempercepat penyembuhan.

Dalam kasus masalah pencernaan, seperti sakit maag ringan atau kembung, beberapa individu menemukan kelegaan dengan mengonsumsi air rebusan daun binahong. Efek menenangkan pada saluran pencernaan dan kemampuan untuk mengurangi peradangan dapat membantu meredakan ketidaknyamanan. Pendekatan ini menunjukkan bagaimana binahong dapat menjadi pilihan alami untuk masalah pencernaan non-kronis.

Penggunaan binahong untuk meningkatkan stamina dan vitalitas seringkali terlihat pada individu yang merasa mudah lelah atau ingin meningkatkan performa fisik mereka secara alami. Mereka mungkin mengonsumsi jus atau suplemen binahong secara teratur. Peningkatan energi dan kemampuan untuk melakukan aktivitas fisik lebih lama seringkali menjadi motivasi utama di balik penggunaan ini.

Meskipun belum sepopuler manfaat lainnya, potensi binahong dalam mencegah osteoporosis juga mulai menarik perhatian. Wanita pascamenopause, yang berisiko lebih tinggi mengalami pengeroposan tulang, mungkin mencari suplemen alami untuk mendukung kesehatan tulang mereka. Integrasi binahong ke dalam diet mereka adalah salah satu pendekatan yang sedang dieksplorasi, meskipun data klinis pada manusia masih diperlukan.

Secara keseluruhan, kasus-kasus ini menunjukkan bahwa daun binahong telah terbukti bermanfaat dalam berbagai kondisi kesehatan berdasarkan pengalaman empiris dan beberapa studi awal. Namun, penting untuk menekankan bahwa penggunaannya harus bijaksana dan tidak menggantikan perawatan medis profesional, terutama untuk kondisi kesehatan yang serius. Konsultasi dengan tenaga medis selalu dianjurkan sebelum memulai pengobatan herbal.

Tips Mengolah Daun Binahong dan Detail Penting

Mengolah daun binahong untuk mendapatkan manfaat maksimal memerlukan pemahaman tentang metode yang tepat dan pertimbangan penting lainnya.

  • Rebusan Daun Binahong

    Salah satu cara paling umum dan sederhana adalah merebus daun binahong. Ambil sekitar 5-10 lembar daun binahong segar, cuci bersih di bawah air mengalir. Rebus daun dalam 2-3 gelas air hingga mendidih dan air menyusut menjadi sekitar satu gelas. Saring air rebusan dan minum selagi hangat. Metode ini efektif untuk mendapatkan senyawa aktif yang larut dalam air, cocok untuk masalah pencernaan, diabetes, atau kolesterol. Konsumsi biasanya disarankan 1-2 kali sehari.

  • Jus Daun Binahong

    Untuk mendapatkan konsentrasi nutrisi yang lebih tinggi, daun binahong dapat dibuat jus. Siapkan 3-5 lembar daun binahong segar, cuci bersih. Blender daun dengan sedikit air hingga halus. Saring jika tidak suka seratnya, atau minum langsung tanpa disaring untuk mendapatkan semua seratnya. Penambahan madu atau sedikit perasan jeruk nipis dapat memperbaiki rasa. Jus ini baik untuk antioksidan, meningkatkan stamina, dan detoksifikasi.

  • Aplikasi Topikal (Luar)

    Untuk penyembuhan luka atau meredakan peradangan kulit, daun binahong dapat diaplikasikan secara topikal. Haluskan beberapa lembar daun binahong segar hingga menjadi pasta. Bersihkan area luka atau kulit yang meradang, kemudian oleskan pasta daun binahong tersebut. Balut dengan kain kasa bersih dan biarkan beberapa jam atau semalaman. Ganti balutan secara teratur. Metode ini sangat efektif untuk luka bakar ringan, memar, atau bisul.

  • Konsumsi Langsung

    Beberapa individu memilih untuk mengonsumsi daun binahong segar secara langsung, terutama untuk masalah pencernaan atau untuk mendapatkan manfaat cepat. Cukup kunyah 1-2 lembar daun binahong segar yang telah dicuci bersih. Metode ini sederhana namun mungkin tidak cocok untuk semua orang karena rasa yang sedikit sepat atau pahit. Pastikan daun benar-benar bersih sebelum dikonsumsi.

  • Perhatikan Dosis dan Frekuensi

    Meskipun binahong adalah herbal alami, dosis dan frekuensi konsumsi perlu diperhatikan. Konsumsi berlebihan dapat menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan, meskipun jarang. Umumnya, penggunaan 5-10 lembar daun per hari dianggap aman untuk sebagian besar orang dewasa. Bagi anak-anak atau individu dengan kondisi kesehatan tertentu, dosis harus disesuaikan dan dikonsultasikan dengan ahli kesehatan.

  • Kombinasi dengan Bahan Lain

    Untuk meningkatkan khasiat atau memperbaiki rasa, daun binahong dapat dikombinasikan dengan bahan herbal lain. Misalnya, penambahan jahe atau kunyit pada rebusan binahong dapat memperkuat efek anti-inflamasi. Untuk jus, kombinasi dengan buah-buahan seperti apel atau nanas dapat membuatnya lebih nikmat dan kaya nutrisi. Namun, pastikan kombinasi tidak menimbulkan interaksi negatif.

  • Penyimpanan Daun Binahong

    Daun binahong segar sebaiknya segera digunakan setelah dipetik untuk mendapatkan potensi terbaiknya. Jika perlu disimpan, bungkus daun dengan kertas lembab atau masukkan ke dalam kantong plastik kedap udara dan simpan di lemari es. Daun dapat bertahan hingga 3-5 hari dengan cara ini. Hindari menyimpan daun binahong dalam kondisi basah untuk mencegah pembusukan.

Berbagai penelitian ilmiah telah dilakukan untuk menginvestigasi manfaat daun binahong, meskipun sebagian besar masih dalam tahap in vitro atau uji hewan. Salah satu area yang paling banyak diteliti adalah efek penyembuhan luka. Misalnya, sebuah studi yang dipublikasikan dalam "Journal of Ethnopharmacology" pada tahun 2015 oleh authors seperti Nurrochmad et al. meneliti efek ekstrak etanol daun binahong pada penyembuhan luka sayat pada tikus. Desain studi melibatkan kelompok kontrol dan kelompok perlakuan dengan dosis ekstrak yang berbeda. Hasilnya menunjukkan bahwa kelompok yang diberi ekstrak binahong mengalami peningkatan signifikan dalam kontraksi luka, epitelisasi, dan sintesis kolagen dibandingkan dengan kelompok kontrol. Metode yang digunakan meliputi pengukuran luas luka dan analisis histopatologi jaringan.

Penelitian lain yang berfokus pada sifat antioksidan binahong dilakukan oleh tim dari Universitas Indonesia yang diterbitkan dalam "Indonesian Journal of Chemistry" pada tahun 2018. Studi ini menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) scavenging assay untuk mengukur aktivitas antioksidan ekstrak metanol daun binahong. Sampel yang digunakan adalah daun binahong yang dikeringkan dan diekstraksi. Temuan menunjukkan bahwa ekstrak binahong memiliki kapasitas antioksidan yang sebanding dengan antioksidan sintetik standar, mengindikasikan keberadaan senyawa fenolik dan flavonoid yang tinggi.

Meskipun banyak studi menunjukkan hasil positif, terdapat pula beberapa pandangan yang menyoroti keterbatasan penelitian yang ada. Salah satu kritik utama adalah kurangnya uji klinis berskala besar pada manusia. Sebagian besar bukti masih berasal dari penelitian in vitro atau model hewan, yang mungkin tidak selalu dapat digeneralisasi ke manusia. Misalnya, dosis efektif pada hewan mungkin berbeda dengan dosis yang aman dan efektif pada manusia. Peneliti seperti Dr. Sari Dewi dari Pusat Penelitian Biofarmaka IPB, sering menekankan perlunya penelitian lanjutan yang lebih komprehensif, termasuk uji toksisitas jangka panjang dan studi interaksi obat-herbal.

Selain itu, variasi dalam kandungan senyawa aktif pada daun binahong dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan, metode budidaya, dan cara pengolahan pasca-panen. Hal ini dapat menyebabkan inkonsistensi dalam khasiat terapeutik. Standardisasi ekstrak binahong menjadi krusial untuk memastikan kualitas dan efektivitas produk herbal. Beberapa studi juga menunjukkan adanya potensi efek samping ringan, seperti gangguan pencernaan, jika dikonsumsi dalam dosis sangat tinggi, meskipun ini jarang terjadi dan memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memvalidasi klaim tersebut secara ilmiah.

Rekomendasi

Berdasarkan analisis manfaat dan bukti ilmiah yang ada, beberapa rekomendasi dapat diberikan untuk pemanfaatan daun binahong secara bijak dan efektif:

  • Konsultasi Medis: Sebelum mengintegrasikan daun binahong ke dalam regimen kesehatan, terutama bagi individu dengan kondisi medis kronis atau yang sedang mengonsumsi obat-obatan resep, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau profesional kesehatan. Hal ini penting untuk menghindari potensi interaksi obat atau efek samping yang tidak diinginkan, serta untuk memastikan penggunaan yang aman dan sesuai.
  • Gunakan Sebagai Terapi Komplementer: Daun binahong sebaiknya dipandang sebagai terapi komplementer, bukan pengganti pengobatan medis konvensional. Untuk kondisi serius seperti diabetes, hipertensi, atau infeksi berat, binahong dapat mendukung proses penyembuhan namun tidak boleh menggantikan obat-obatan yang diresepkan oleh dokter.
  • Perhatikan Dosis dan Cara Pengolahan: Ikuti panduan dosis yang umum direkomendasikan dan perhatikan cara pengolahan yang tepat untuk memaksimalkan manfaat dan meminimalkan risiko. Penggunaan yang berlebihan atau pengolahan yang salah dapat mengurangi efektivitas atau bahkan menimbulkan efek yang tidak diinginkan.
  • Pantau Respons Tubuh: Setiap individu dapat bereaksi berbeda terhadap pengobatan herbal. Penting untuk memantau respons tubuh setelah mengonsumsi binahong. Jika timbul reaksi alergi, ketidaknyamanan, atau gejala yang tidak biasa, segera hentikan penggunaan dan cari nasihat medis.
  • Prioritaskan Daun Segar dan Bersih: Untuk aplikasi topikal maupun internal, selalu gunakan daun binahong yang segar, bersih, dan bebas dari pestisida atau kontaminan lainnya. Mencuci daun secara menyeluruh sebelum digunakan adalah langkah penting untuk menjaga keamanannya.
  • Dukungan Penelitian Lanjutan: Dorong dan dukung penelitian ilmiah lebih lanjut, terutama uji klinis pada manusia, untuk memvalidasi khasiat daun binahong secara lebih komprehensif dan menetapkan dosis serta profil keamanan yang optimal. Data yang lebih kuat akan memungkinkan integrasi binahong yang lebih luas dan terstandardisasi dalam praktik kesehatan.

Daun binahong (Anredera cordifolia) adalah tanaman herbal dengan segudang potensi manfaat kesehatan yang telah lama dimanfaatkan secara tradisional. Berbagai penelitian awal telah mengkonfirmasi sifat-sifat pentingnya seperti penyembuhan luka, anti-inflamasi, antioksidan, serta potensi dalam mengelola kadar gula darah, kolesterol, dan tekanan darah. Kemampuan antimikroba dan efek positif pada pencernaan juga menambah daftar panjang khasiatnya, didukung oleh bukti empiris dan beberapa studi ilmiah.

Meskipun demikian, sebagian besar bukti ilmiah masih berasal dari studi in vitro atau uji hewan, yang menyoroti perlunya penelitian lebih lanjut, terutama uji klinis berskala besar pada manusia. Validasi ilmiah yang lebih kuat akan membantu dalam standardisasi dosis dan formulasi, serta memahami sepenuhnya mekanisme kerja dan potensi interaksi dengan obat-obatan lain. Masa depan penelitian harus fokus pada pengembangan produk berbasis binahong yang aman, efektif, dan terstandardisasi untuk dimanfaatkan secara luas dalam sistem kesehatan modern.